Kamis, 28 Februari 2008

Bu Nita dan kaum ibu Unjuk Gigi

Bukan lapis legit sembarangan, jauh banget bawanya, dari DPS broo ....., masalah rasa kalau kata eyang Bondan manyusss ..... harga ? nah ini dia. Kalau kata pedagang "Ada uang ada barang ", artinya yah bisa didefinisikan masing-masing lah.
Untuk informasi lengkapnya bu Nita akan memberikan lebih lanjut.
- Bisa dilihat di komentar -

Tapi yang jelas hari ini pencernaan kita kerja ekstra keras, setelah lapis legit lepas landas dari kerongkongan, giliran bu Endang dengan Donatnya, tapi seperti yang sudah-sudah yang dipertuan kordinator melepas satu jebakan batman lagi, kalau mengutip istilah pak Agus "sumbangan sukarela yang harus sukarela" bingung kan maksudnya.

Itu selintas peristiwa pagi hari, bagaimana dengan sorenya. Pokoknya urusan diet-dietan untuk sementara dilupakan saja. Mbak Tatik ngak mau ketinggalan dengan sajian bakwan nya, menurut pak Kodir sih dibawa dari thailand, entah thailand belahan mana kita 'rang ngak ambil pusing, yg penting makan dulu. Seperti tak mau ketinggalan duet peyek (kacang dan teri) ikut merangsek maju membobol pertahanan usus besar.

Dipenghujung acara mbak Irma mengirim paskhas Bolu Roll, hancur lantak sudah pertahanan perut kita.

Bis pun sunyi senyap, bendera putih berkibar dari perut kita masing-masing, kalau sampai dirumah masih santap malam juga, kayanya hanya satu kata yang pantas diucapkan "KELEWATAN".

Rabu, 27 Februari 2008

Pagi ini berlalu tanpa kue compliment

Pagi ini didalam bis sawangan terjadi sedikit ketegangan, khususnya dibagian perut, lebih khusus lagi didalam perutnya bapak-bapak yang ada di bis sawangan kita,hehehe) mengapa..? karena cacing2 diperut rupanya sudah nunggu sarapan.

Ternyata tanpa kita sadari rupanya sudah terjadi tradisi H2C ( harap-harap cemas)dari kita-kita : kira2 pagi ini siapa ya yang akan bawa kue? kira2 pagi besok lagi siapa ya yang akan nenteng donut, dst..dst...( oh, I love compliment..hehe), dan ketika pagi ini tak seorangpun menenteng kue maka sunyi senyaplah dalam bis kita,dan kalau boleh saya nyanyi lagu kesayangannya pak tarso : perjalanan ini terasa sangat meyedihkan...dst... dst..

sepanjang perjalanan menuju kantor cuma duduk, bengong, ada yang tidur, ada yang denger musik untuk diri sendiri, dan ketika pak kodir breaking news dan terakhir minta idea ke pak eddypur ee ybs malah bilang kalo lagi laper jadi gak punya idea, ( ya wajarlah, melihat perawakan beliau pastilah siakang emang doyan makan, hmm.. ), ternyata makanan memang dapat merubah suasana menjadi ceria.

Maka, kalau boleh saya usul, bagaimana bila kita bergantian membawa kue kecil untuk dibagikan di pagi hari, agar suasana bis sawangan kita dan khususnya suasana kebersamaan dan persaudaraan kita menjadi semakin hangat,tidak perlu yang mahal-mahal ( J-CO aja cukuplah...hahaa..) ngga kok.., kue2 sederhana saja seperti jajanan pasar sudah cukup untuk menciptakan suasana hangat dalam bis kita, gimana teman-teman.. setuju ngga???

Bravo untuk bis sawangan dan semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua, amiien.

Salam

Sabtu, 23 Februari 2008

Bronies dari Mas Budi

Jum'at ini Mas Budi bikin kejutan dengan membawa kue bronies dari rumah (nulisnya bener ngak sih ?) hasil olah tangan sang istri tercinta. Utk selanjutnya ngak usah di ungkap lagi deh dengan kata-kata, langsung wissss ... habis dalam seketika.

Rasanya muantap punya broo, tapi ngomong-ngomong kalau mau pesan harganya berapa yah ? boleh dong diberikan informasinya.

Setelah perut kenyang baru sadar belum dibikinkan dokumentasinya, jadi yah harap maklum dah, cuman bungkusnya doang yang bisa diabadikan, isinya ngak tuh.

Renungan Kalbu Minggu ini

Temukan Cinta Anda

Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja disana. Rasakan kegembiraaan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan.

Bila anda tak mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.

Bila toh anda tak bisa juga melakukannya, cintai setiap pengalaman pergi pulang dari dan ketempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga.

Namun bila anda tak menemukan kesenangan disana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda: tanaman penghias meja, cicak diatas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja.

Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada disitu ? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah disana.
Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.

( from motivasi net ; Ir.Andi Muzaki. SH. MT )

Angket Pak Kodir

Dear All,

Alhamdulillah kita sudah jalani ngebus HIBA rute SWG – CGK vv sekitar 3 minggu, rasanya perlu kita syukuri bersama karena transportasi yang kita gunakan relative nyaman dan aman, itu semua berkat dukungan teman teman yang menanamkan rasa Kebersamaan, Pengertian dan Toleransi di hatinya masing-masing. Rasanya kalau moto itu selalu ada dalam benak kita semua,
kayaknya tugas koordinator semakin ringan deh …..hehehehe, apalagi kedatangan teman-teman di setiap check point sudah hampir 99% OTP broooo jadi bis gak perlu menunggu lagi, suatu pengertian yang top, syukur alhamdulillah.

Nah … mengingat kedatangan pagi hari terkadang telat khususnya pada hari senin dan pada hari hari hujan, maka akhir akhir ini rute yang ditempuh pada pagi hari melalui jalur yang beda (lintas semanggi), alhamdulillah bisa lebih cepat dpt mengirit waktu kira kira 15-20 menit, dan jarak tempuh juga 10 km lebih pendek. Secara waktu dan jarak tentunya rute baru ini lebih efisien dan efektif, namun ada pertimbangan lain yang harus dipikirkan karena ada beberapa dampaknya bila kita selalu lewat situ di pagi hari, all :

1. Ada beberapa teman yang akan ikut/join di bis kita yang tinggalnya di sepanjang jalan antara FEDEX sampai Semanggi. Sementara ini sudah ada teman yang akan mendaftar dari sekitar Fatmawati & Cinere yang jumlahnya 5 - 7 orang, jadi jumlah total menjadi sekitar -/+ 32 oramg.
Hal ini akan mengganti bis sekarang (29 seater) menjadi bis dengan 34 seater.
(Kata Pak Tarso (driver kita) bis 34 seater masih bisa belak-belok dengan lincah di rute Sawangan-Fatmawati, sedangkan kalau memakai bis yang lebih besar sekitar 40 atau 54 seater sudah agak susah untuk lebih lincah di rute Sawangan-Fatmawati, sehingga waktu tempuh bisa lebih lama dibanding dengan bis yang saat ini kita pakai).
Apa teman2 tega kalau teman kita yang berangkat dari Sawangan pas Adzan Subuh !! ..... kasihan kan mereka.
2. Mengingat jalan Sawangan sampai Fatmawati (Jakarta Ban) memang merupakan design jalan yang tidak bisa dilalui bis besar (>40 seater), jadi kalau total pax lebih dari 40 orang (asumsi nambah 3 orang saja yang diangkut dari rute FEDEX - Semanggi) dan bis pasti akan diganti dengan bis yang lebih besar. Konsekuensinya bis kita akan membutuhkan waktu lebih lama lagi, karena selain jalan yg relative jadi kecil untuk bis besar dan banyak check point utk berhenti mengangkut para member apalagi ditambah calon penumpang yang akan naik pada rute setelah FEDEX sampai Semanggi

FYI : dari Kokarga menyerahkan pemilihan rute tersebut kepada koordinator dan membernya untuk memakai rute mana yang paling prefer dan nyaman.

Dari masukan yang saya terima gak semua member ungin rute pagi lewat semanggi, jadi saya ingin memastikan melalui angket ini (silahkan diisi tanpa tekanan dan paksaan). Jadi saya ingin tahu bagaimana prefer teman-teman yang lewat semanggi di waktu pagi :

Pilihannya Bus akan lewat semanggi :
  1. setiap hari senin saja.
  2. senin, rabu
  3. senin, rabu, jumat
  4. setiap hari
  5. kapan saja kalau dibutuhkan.

Saya tunggu jawabannya, pilih salah satu jawaban saja ya.
Ok teman-teman
Jaga kebersamaan kita agar selalu mengiringi perjalanan setiap hari.
Penuhi canda tawa dan ceria di setiap sore dan pagi...
Hidupkan semangat pagi agar menularkan semangat kerja kita .....

Salam Kompak dan Hangat dari Koordinator .....

Om Joed

Kamis, 21 Februari 2008

OTP......

OTP (on time performance) banget loe....lembur?
Itu kata2 yang keluar dari Boss ketika dua hari terakhir ini saya bisa nyaingin malah nduluin doi dalam waktu kedatangan.
Alhamdullillah Bozz.. semenjak saya ikut bus Kokarga Cinere-Sawangan saya bisa nyalip jam dateng Bozz....Emang Hamilton aje yang bisa ngebut(dalam hati dink)
Kenapa nga dari dulu loe ikut bis? kata Bozz
Kalo Bozz ngomong gitu dan saya sudah dari dulu ikut bus, ...........
It;s mean kemaren2 saya salah jalan dunk......(makloem masih coba2 yak)
Berarti jalan yang bener yang sekarang dunk
Bukan begitu bukan Pak Kodir ?... :))

Tetep Semangat dan kompak selalu
Salam manizz
Boyke/GMFAA.

Selasa, 19 Februari 2008

Jajanan diwaktu pagi dan pisang pasir diwaktu sore

PAGI HARI

Jam masih menunjukkan 06.15, dan hujan masih mengguyur Jakarta belahan Selatan, bis sawangan merayap pelan menuju pintu tol Pinang untuk selanjutnya akan melaju di jalan tol BSD menuju kantor.
Tiba-tiba pak kodir (Mas Yudi) kasih pengumuman.
"Hallo ... hallo. Ini Bu Endang bawa makanan, tapi ngak gratis loh, 1 kue harganya 1000 rupiah, dan akan kita masukan pendapatannya utk uang kas. Ayo... ayo.. siapa yg mau ... siapa yg mau ... seribuan ... seribuan" Lantang suara pak kodir jalan disela-sela kursi.
Yah, kalau untuk urusan perut kayanya rekan-rekan semua ngak ada kompromi deh, sikat terus, urusan ngak punya uang kecil itu belakangan, yang penting makan dulu.

(Martabaknya muantap .... tapi ngomong-ngomong mana aqua-nya nih, usulan dari mas Boy, kayanya bis kita harus punya stock aqua, atau minimal bawa dari rumah masing-masing deh. Jadi kalau kebetulan ada yang bawa kue (dengan catatan ditawarin loh - jgn gr dulu) bisa utk minum kalau seret, dan jika kebetulan ngak ada yg bawa kue dan perut lagi kelaparan, yah minum aja tuh aqua dari rumah , double fungsi kan)

Bis pun melaju kembali dengan kecepatan yg masih kasat mata, belum lagi tiba dikantor mbak Yani kasih pengumuman, siapa yang mau pesen pisang pasir nanti sore. (weleh, urusan perut lagi nih). Ngak ada salahnya lah kita coba pesan, sekalian mau tau rasanya kaya apa sih, (pisang digoreng sama pasir atau pasir digoreng sama pisang).

Sebelum landing di Cengkareng, seperti biasa pak kodir memberikan beberapa pengumuman, tapi kayanya pengumuman kali ini ngak usah di expose deh, - milik pribadi bis sawangan -.


SORE HARI

Jam baru saja menunjukkan pukul 16.50, ketika bis sawangan take-off dari landasan pacu GOC. Setelah seharian kita penat bekerja, akhirnya pulang juga.
"Gimana mbak Yani, jadi ngak pisang goreng pasirnya ?"
"Jadi loh, 1 pisang 2000 rupiah"
Cabut dompet lagiii.



Khusus untuk di bis, bu Nita selaku bendahara harus rogoh kocek kas 50.000, masing-masing boleh mencicipi 1 pisang, masih kurang ??
"Yah makan aja milik masing-masing, masa mesti dibayarin lagi sih" komentar bu bendahara.

Senin, 18 Februari 2008

Salam Kenal.....

Dear Kang Pur, thank you banget sebelomnya karena sudah mengundang saya utk dapat memberikan akses membuat posting di Blog ini....

Selamat datang di Cengkareng utk temen2 dari Mercel. Ya gitu deh kalo mo dibilang kesan2 kerja di Cgk. Asyik sih cuman jangan sekali2 keluar dari gedung sehabis hujan berhenti. Kalo daerah laen akan tercium aroma wanginya rumput tersiram air hujan tetapi khusus cgk yang tercium adalh bau menyengat yang melipur lara dari TPA Sampah tangerang di daerah Rawa Kucing , tetangga bandara .....

Kesan2 saya ikut bus hingga hari ini adalah asyik banget. Kerja tepat waktu pulang juga masih sore and yang terpenting kaki nggak pegel karena nginjek gas tiap hari.
Yang menarik sampai hari ini saya masih belum hapal wajah dan nama semua orang di Bus, terutama Ibu2 ,so mohon maaf ya Bu kalo misalnya saya masih ketuker nama.


Salam manis
Boyke/GMFAA

Sabtu, 16 Februari 2008

Renungan Kalbu Minggu ini

Malaikat Pelindung
Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya kepada Tuhan.
"Ya Tuhan, Engkau akan mengirim aku ke bumi. Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?"
Tuhanpun menjawab,
"Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu."

Si kecil bertanya lagi,
"Tapi, disini, disurga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia."
Tuhanpun menjawab,
"Tak apa, malaikatmu itu , akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia."

Namun sikecil bertanya lagi,
"Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?"
Tuhanpun menjawab,
"Malaikatmu itu, akan membisikan kamu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia."

Si kecil bertanya lagi,
"Lalu bagaimana jika aku ingin berbicara pada Mu ya Tuhan ?"
Tuhanpun kembali menjawab,
"Malaikatmu itu akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tanganya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa."

Lagi-lagi si kecil menyelidik,
"Namun aku mendengar, disana ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku ?"
Tuhanpun menjawab,
"Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia akan sering melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu."

Namun, si kecil kini malah sedih,
"Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak lagi melihat-Mu."
Tuhan menjawab lagi,
"Malaikatmu akan selalu mengajarkanmu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu Aku akan selalu ada disisimu."

Hening.
Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup.
"Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku ..."

Tuhanpun kembali menjawab,
"Nama malaikatmu tak begitu penting, kamu akan memanggilnya dengan sebutan: ibu ....."

( from motivasi net ; Ir.Andi Muzaki. SH. MT )

Kamis, 14 Februari 2008

Sarapan pagi ... JCO (wah sering-sering nih)

Tiap hari bis sawangan pasti ada hal yang baru-baru terus.
Pagi ini bu Endang bikin kejutan ... bawa DONAT JCO. Wah mantap dan pas banget nih, udara dingin habis hujan, perut lapar belum sarapan.
Dalam waktu sekejap tandas deh donat JCO bawaan bu Endang, makasih banyak bu, sering-sering aja bawa donat JCO he...he...he...

Rabu, 13 Februari 2008

Tahu Petis euy..

Sehabis seharian bekerja dikantor, sorenya kita pulang deh kerumah masing-masing.
Ada rekan ngusulin "beli tahu dulu yo, dijalan".
"Oke .... buat buah tangan orang rumah".
Akhirnya kita rame-rame berhenti dulu untuk beli tahu.
Ada yang aneh nih, kita-kita beli tahu, tapi bungkusnya kok tulisannya "Bakmi Jowo Pak Atmo khas Semarang". (Ini mau beli tahu apa mau beli bakmi).
Niat hati untuk orang rumah, ngak tahan akhirnya dimakan juga deh di bis, walahhh.
Mas Boy bingung nih, beli 10 bakal mertua tinggal kesisa 1 biji he..he..he, cuek aja mas yang penting niatnya donggg.
"Besok beli oleh-oleh apa lagi nih ?" kata Pak Agus.

Selasa, 12 Februari 2008

Data Anggota Bis Sawangan/Cinere

Masukan dari Cakor (Mas Yudi)

Dear All, para penumpang bus Cinere-CGK vv...(+/-15thn)

Ehemmm.... saya juga punya saran bagaimana kalau kita
susun yang berlaku sampai 15-20 thn kedepan :

  1. Aturan yang berlaku untuk semua penumpang bus, baik itu waktu keberangkatan, starting point, bagaimana menghubungi bus,dll mungkin ada masukan lagi.
  2. Aturan pengumpulan uang kas, besarannya,penggunaannya, dll.
  3. Aturan komplain baik kepada kondisi bus maupun untuk drivernya.
  4. dll

Semua teman bebas memberikan masukan untuk membenahi agar
peraturan/aturan main kita tidak terlalu kaku dan enak
untuk semua pihak...

segitu dulu deh masukan dari saya...

wass
yudi

Sudah 1 Minggu

Ass.Wr.Wb
Teman-teman anggota bus Sawangan-Cengkareng.

Sudah tidak terasa 1 minggu kita menjalani perjalanan dari
rumah ke tempat kerja pergi-pulang dengan mempergunakan
TOS (Transportasi Ongkos Sendiri).

Dalam waktu seminggu beragam kejadian kita alami bersama,
mulai dari salah jalan, terlambat rame-rame, tabrakan
dengan motor, sampai yg terakhir oli bis bocor dan kita
turun untuk ganti bis lain yang tak kunjung datang.

Tapi itu semua bukan untuk kita gerutu-kan apalagi untuk
marah-marah tidak karuan, hanya buang-buang energi saja.
Yang kita perlu tanggapi dan pelajari bersama adalah supaya
kejadian-kejadian tersebut jangan sampai terulang kembali
dilain waktu.

Saya ingin memberikan beberapa saran dan masukan untuk
kebaikan kita bersama, berkaitan dengan permintaann
pak dekom kita pak widi.

1.Waktu keberangkatan.
Mungkin ini harus segera kita buat komitmen bersama perihal
waktu keberangkatan. Saya setuju dengan usulan beberapa
rekan, bahwa check point bis di Jakarta Ban (depan RS
Fatmawati) yg menjadi sentral point, sekarang yg perlu kita
sepakati adalah waktu keberangkatan dari check point tsb.

Dari hasil pengamatan saya selama 1 minggu waktu yg
PALING TELAT utk keberangkatan dari titik tsb adalah 06.05,
dimana kita bisa sampai dikantor masih dibawah jam 07.30,
dan tidak mengalami macet yg bikin stres disepanjang jalan
BSD-Tangerang-GMF-GSO. Utk rekan-rekan sepanjang jalan
check point menuju pintu tol Pinang diharapkan siap
jam 06.05 juga, karena dengan driver model pak Tarsono ini
jarak tsb bisa dilalap dlm waktu kurang dari 7 menit
(dgn catatan lolos lampu merah dan ngak nabrak kendaraan
lain).

Mengapa jam 06.05 sudah kita anggap paling telat, disinilah
rasa kebersamaan kita diketuk, bayangkan... bis berangkat
dari titik awal jam 05.10 dan sudah ada beberapa rekan
didalamnya (tdk usah dibahas jam berapa bangunnya, jam
berapa sarapannya dan jam berapa berangkat dari rumahnya).
Jika masih harus menunggu lama lagi di JB, dan menunggu
lagi dibeberapa titik dan akhirnya sampai di kantor
jam 07.50, bisa kita bayangkan sendiri lah rasa penat yg
dibawa kekantor setiap hari (ini baru seminggu loh).
Jadi untuk rekan-rekan yg memang menunggu di JB sampai
dengan pintu tol Pinang mungkin dapat memprediksi waktu
keberangkatannya dari rumah masing-masing, sehingga dapat
tiba ditempat penjemputan kurang dari jam 06.05.
(maaf bukan utk menggurui tapi untuk kebersamaan
kita bersama).

2.Koordinator.
Untuk koordinator usul mas Yudi saya sangat setuju sekali,
mas Widi kita jadikan dekom bis, yg mana fungsinya adalah
sebagai last decision dalam setiap kebijakan yg berhubungan
dengan bis,dan mas Yudi menjadi koordinator tetap.
Utk rekan2 yg lain menjadi penunjang koordinator,contoh :
ada yg ngurus absen, ada yang ngurus iuran, sampai ada yg
ngurus segala macam wara-wiri lainnya. Soalnya kalau
koordinator diganti-ganti dalam jangka waktu yg pendek,
saja yakin Kokarga jadi bingung and mumet,dan berkata
"Niat ngak sih milih koordinator?" .

3.Masalah Driver.
Menurut saya ini cukup serius. Melihat cara mengemudi
pak Tarsono selama 1 minggu ini terus terang membuat
adrenalin dan tekanan darah saya terus naik. Tapi ternyata
ini bukan dialami oleh kita saja, sebelumnya saya adalah
pengguna bis Blok-M, ternyata sama saja, driver-nya
mengemudikan bis cukup membuat nyali kita ciut (potong sana
- potong sini, trabas sana - trabas sini, kayanya semua
driver HIBA punya obsesi yg sama, ingin jadi Hamilton tapi
ngak kesampaian).
Mungkin sudah saatnya kita ngomong saja langsung dari hati
ke hati dengan pak Tarsono (ini belum dilakukan dengan bis
Blok-M, hanya pada ngegrundel saja), mungkin jika kita
lakukan ada sedikit perbaikan.
Saya percaya jika kita berbicara terbuka dan pada waktu
yang tepat,semua dapat diterima dengan baik,
ini agar Limo Limo lain tidak terulang kembali.

Mungkin demikian dulu tanggapan dan masukan yang bisa saya
sampaikan.
Jalan terus bis Sawangan-Cengkareng, Tarikkkkk....

Eddy Purwadi