Selasa, 04 Maret 2008

makna seribu rupiah yang kita kumpulkan...

Uang seribu rupiah memang tidak seberapa nilainya, paling cuma bisa beli 1 kerupuk, tapi bagaimana bila uang seribu rupiah dikumpulkan oleh orang-orang satu bus? maka nilainya jadi sangat istimewa, tidak percaya..??

Tiap pagi atau sore hari biasanya mas budi atau mas candy atau kadang2 mas kodir dan pak dekom turun tangan untuk meng collect kita semua yang ada di bis untuk ngeluarin uang seribu rupiah untuk pak tarso makan siang, tapi karena yang diberikan tidak semuanya, maka sisa saweran lalu disimpan dan dijadikan uang kas. terkumpulnya memang kadang tidak seberapa, kalau pagi hari turun hujan dan banyak teman2 yang noshow karena kesiangan, maka sisa saweran yang masuk kas cuma 4000-an saja.

Tapi ternyata banyak cara menuju jebakan batman, bila ada rekan2 yang bawa makanan gratisan maka pak kodir dengan jelinya menagih dobel pada kita semua, jadilah uang kas kita bertambah dan bertambah terusss..., sehingga ketika saya sebagai Pjs Bendahara melaporkan bahwa uang kas sudah ads sekian ratus, langsung deh satu bis merespons : tar sore kita beli apa neeeh...??? ayo mbak yani pesan pisangku buat tar sore, cobro dan misro deh.., dst..dst...

Akhirnya satu bus bisa bergoyang lidah, yang tadinya pada ngantuk dan tidur jadi pada melek matanya, suasana bis pun jadi cair dengan gelak tawa kita semua.., bila ada yang puasa langsung jatahnya diambil alih pak kodir atau pak dekom..( mau dong yud, separoh aja..hehehe...).

Subhanallah, ternyata makna seribu rupiah yang kita kumpulkan tidak cuma seharga satu kerupuk tapi sungguh sangat dahsyat maknanya.. bahkan dapat mengakrabkan kita, melekatkan persahabatan dan persaudaraan kita semua, Insya Allah.......

2 komentar:

kangpurwadi mengatakan...

Tulisan bu Nita ini filosofinya tinggi juga nih. Memang kadang kita suka menyepelekan sesuatu yg kecil-kecil, bahkan kadang meremehkannya. Kita kadang tidak sadar sesuatu yg besar bermula dari yang kecil.

om joed mengatakan...

boleh juga nih....seceng dulu donk, sedikit tapi banyak maknanya..... alhamdulillah.

joed